Tentang Kami

BANDAR UDARA

Bandar udara (disingkat: bandara) atau pelabuhan udara merupakan sebuah fasilitas tempat pesawat terbang dapat lepas  landas dan mendarat. Bandar udara yang paling sederhana minimal memiliki sebuah landas pacu namun bandara-bandara besar  biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan penerbangan maupun bagi penggunanya. Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization): Bandar udara adalah area tertentu di daratan atau  perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau sebagian untuk  kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat.

Fungsi bandara merupakan  tempat lepas  landas, mendarat pesawat udara, dan pergerakan di darat pesawat udara. Disamping  itu Bandar udara merupakan simpul dari system transportasi udara. Perencanaan, pembangunanan dan pengoperasian suatu  Bandar udara harus memenuhi ketentuan keselamatan penerbangan yang telah diatur secara internasional. Ketentuan tersebut lalu diadopsi dalam ketentuan nasional  berupa Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 47 Tahun 2002  tentang Sertifikasi Operasi Bandar Udara dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara terkait lainnya.

Bandar Udara sebagai salah satu unsur dalam penyelenggaraan penerbangan dan angkutan udara merupakan tempat atau titik  asal maupun tujuan perjalanan pengguna angkutan udara. Dalam melakukan berbagai kegiatan ekonomi, kegiatan pemerintahan  maupun kegiatan lainnya. Bandar Udara perlu terus ditata secara terpadu dalam suatu tatanan kebandarudaraan nasional  untuk mewujudkan penyelenggaraan penerbangan yang handal dan berkemampuan tinggi.

A.    LATAR BELAKANG

Kabupaten Ketapang merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Barat, terletak di antara garis 0º  19’00” - 3º 05’ 00” Lintang Selatan dan 108º 42’ 00”-111º 16’ 00” Bujur Timur. Dibandingkan kabupaten lain di Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang merupakan kabupaten terluas, memiliki pantai yang  memanjang dari selatan ke utara dan sebagian pantai yang merupakan muara sungai, berupa rawa-rawa terbentang mulai dari Kecamatan Teluk Batang, Simpang Hilir, Sukadana, Matan Hilir Utara, Matan Hilir Selatan, Kendawangan dan Pulau Maya  Karimata, sedangkan daerah hulu umumnya berupa daratan yang berbukit-bukit dan diantaranya masih merupakan hutan Transportasi sungai merupakan urat nadi penghubung kegiatan ekonomi masyarakat dari desa dengan kecamatan dan kabupaten.

Sungai terpanjang di Kabupaten Ketapang adalah Sungai Pawan yang menghubungkan Kota Ketapang dengan Kecamatan Sandai,  Nanga Tayap dan Sungai Laur. Wilayah Kabupaten Ketapang terdiri dari 20 Kecamatan, dimana 13 kecamatan berada di daerah perhuluan dan selebihnya  merupakan kawasan pesisir, yaitu wilayah kecamatan yang sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan laut.  Kecamatan Kendawangan adalah kecamatan terluas dengan luas wilayah  5.859 Km2 atau 18,55 persen terhadap total luas wilayah Kabupaten Ketapang, sedangakan kecamatan terkecil wilayahnya  adalah Kecamatan Delta Pawan. Ketapang merupakan salah satu Kabupaten yang kaya akan potensi  sumber daya alam dan dengan tingkat perekonomian yang  cukup tinggi. Produk andalan daerah ini diantaranya bersumber dari sektor  pertanian dan perkebunan. Secara administratif,

batas wilayah  Kabupaten Ketapang adalah sebagai  berikut:

Utara        :    berbatasan dengan  Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sintang.
Selatan     :    berbatasan dengan Laut Jawa.
Barat        :    berbatasan dengan Kabupaten Kayong Utara dan Laut Natuna.
Timur        :    berbatasan dengan Kabupaten Melawi dan Provinsi Kalimantan Tengah.

Print Friendly, PDF & Email