PEMERIKSAAN BARANG KARGO HARUS MENJADI PRIORITAS

0 131

KETAPANG - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menegaskan bahwa kargo udara harus ditangani sama dengan penanganan terhadap penumpang. Untuk itu regulated agent dan pengelola bandara harus selalu berpegang teguh dan menjalankan operasinya berdasarkan SOP yang berlaku. Setiap kargo yang masuk harus diperiksa untuk memastikan kargo tersebut tidak membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan. Serta memastikan isi kargo bukan barang berbahaya yang dilarang oleh aturan perundangan lain yang tidak boleh dikirimkan sembarangan tanpa prosedur yang berlaku.

Penegasan Dirjen Udara tersebut berkaitan dengan ditemukannya barang-barang berbahaya di dalam kargo yang hendak dikirim dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar pada Minggu, 11 Juni 2017 lalu.

"Saat menerima kiriman kargo dari manapun dan siapapun serta bagaimanapun bentuknya , harus tetap diperiksa dengan teliti sebelum kargo masuk ke pesawat. Bahkan jika petugas merasa ragu dengan isinya, harus dibongkar dengan sepengetahuan pengirimnya," ujar Agus tegas.

Agus juga menyatakan bahwa petugas tidak boleh ragu dalam melakukan pemeriksaan dan menolak barang kargo yang tidak mau diperiksa.

"Tidak ada kompromi terkait keselamatan dan keamanan penerbangan. Selain itu pengiriman barang berbahaya tanpa prosedur semestinya juga bisa diindikasikan akan mengganggu keamanan nasional. Untuk itu harus ditangkal sejak awal," lanjutnya.

Di sisi lain, Ditjen Perhubungan Udara juga akan memberi penghargaan kepada petugas yang berhasil menggagalkan pengiriman barang berbahaya.

"Keberhasilan seperti itu harus kita apresiasi agar nantinya lebih giat bekerja dan menghasilkan yang lebih baik lagi," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada 11 Juni 2017 pukul 09.35 Wita, di Ruangan Air Cargo Terminal Supervisor RA Cargo, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makasar, telah ditemukan paket kiriman berupa Detonator (alat pemicu ledakan terhadap bahan peledak).

Kronologis penemuan dilaporkan sebagai berikut :

1. Pukul 03.20 Wita Pihak PT. JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) memasukkan Paket kiriman nomor SMU 3689331 dengan keterangan PTI berisi dokumen dan Paket.

2. Pukul 03.45 Wita, dilakukan penimbangan terhadap paket kiriman dan selanjutnya diinput ke dalam Sitec untuk penerbitan Bukti Timbang Barang.

3. Pukul 04.22 Wita Paket dimasukkan ke dalam mesin X-ray untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas X-ray oleh petugas bernama Tri.

4. Pukul 04.23 Wita petugas security yang bertugas di X-ray mencurigai paket tersebut saat melintas di X-ray sehingga memerintahkan ke petugas PT. JNE bernama Haerul untuk membuka paket tersebut. Saat itulah ditemukan barang berupa Detonator yang dibungkus dengan Kue.

5. Pukul 05.55 Wita paket tersebut kemudian diamankan di Area Steril untuk pendataan lebih lanjut. Dari keterangan yang dikumpulkan :

- Pengirim adalah H. Jamaluddin, Alamat : jl. Daeng Karamang, sungguminasa, Gowa.

- Data Penerima adalah H. Raji, Alamat: Jl. MT Haryono gang Cendrawasih no. 20B Rt. 01 Rw. 01 Ketapang, Kalbar.

- Jumlah kiriman 5 bungkus dengan total sebanyak 500 butir detonator.

- Rencana paket tersebut akan dikirim menggunakan pesawat Garuda no. penerbangan GA-611 dengan tujuan Pontianak (PNK).

6. Pukul 09.35 Wita, Barang bukti paket berisi Detonator tersebut kemudian diserahterimakan dari pihak kargo an. Handy kepada personel Polsek Kawasan Bandara an. Brigpol Tangke Lodang. Selanjutnya barang tersebut dibawa menuju ke Polsek Kawasan Bandara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

http://hubud.dephub.go.id/?id/news/detail/3135

Print Friendly, PDF & Email
Category: BERITA, Umum
author
    No Response

    Leave a reply "PEMERIKSAAN BARANG KARGO HARUS MENJADI PRIORITAS"