KEMENHUB MINTA KOMITMEN MASKAPAI PENERBANGAN NASIONAL MEMBERIKAN LAYANAN TERBAIK KEPADA MASYARAKAT

KEMENHUB MINTA KOMITMEN MASKAPAI PENERBANGAN NASIONAL MEMBERIKAN LAYANAN TERBAIK KEPADA MASYARAKAT
p_terima_kasih_ignasius_jonan_selamat_datang_budi_karya_sumadi
Ketapang - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan memberi perhatian serius kepada maskapai penerbangan yang ditemukan banyak kejadian terkait keselamatan dan keamanan penerbangan. Perhatian tersebut untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi. Dan mencegah kejadian yang sudah terjadi berubah menjadi kejadian yang lebih serius.

Kemenhub akan terus melakukan upaya pembinaan tentang pentingnya keselamatan, keamanan dan pelayanan penerbangan nasional baik berjadwal maupun tidak terjadwal dan akan melakukan langkah-langkah yang strategis dengan meminta komitmen maskapai penerbangan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

Pembinaan tersebut dilakukan untuk menjembatani kepentingan masyarakat sebagai pengguna jasa dan maskapai penerbangan nasional.

Keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan adalah proses yang harus dilakukan secara berkesinambungan dan terus menerus. Proses ini harus dijalankan dan dijaga oleh semua pihak yang terkait baik itu operator, regulator dan masyarakat yang terlibat.

Selain itu, seluruh operator penerbangan harus dapat memberikan pelayanan yang terbaik terhadap penumpang dengan selalu mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan.

Pada hari ini, Senin (3/4/2017), telah dilakukan pertemuan antara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan manajemen Lion Air. Dalam pertemuan tersebut Managemen Lion Air menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terjadi nya keterlambatan beberapa penerbangan Lion yang mengganggu kenyamanan penumpang.

Manajemen Lion Air juga memberikan apresiasi kepada Kemenhub yang memberikan kesempatan kepada manajemen Lion Air untuk menyampaikan penjelasan terkait beberapa kejadian beruntun yang berhubungan dengan maskapainya.

Pertemuan dengan manajemen Lion Air tersebut untuk mengevaluasi dan menetapkan solusi terbaik corrective action demi kemajuan dan peningkatan pelayanan maskapai Lion Air ke depan sehingga kejadian tersebut tidak berulang terus-menerus.

"Ini merupakan bentuk keseriusan kami terhadap jaminan keselamatan penerbangan Indonesia," ujar Budi Karya.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso juga menegaskan komitmen jajaran Ditjen Perhubungan Udara untuk tidak memberi toleransi terhadap hal-hal yang mengganggu keselamatan penerbangan.

Sebaliknya, Agus juga meminta komitmen dari Lion Air terhadap beberapa hal yang menjadi penyebab beberapa kejadian akhir-akhir ini.

Komitmen yang diminta di antaranya:
1. Menata ulang indeks perbandingan set aircrew dengan pesawat, yaitu minimal 1 : 3,5 ( 1 pesawat : 3, 5 set kru kokpit dan kru kabin)
2. Harus ada dan menambah pesawat cadangan (standby) untuk menggantikan pesawat yang rusak.
3. Membuat manajemen aircrew yang lebih baik sehingga jadwal rotasi kru pesawat tidak melampaui jam kerja dan kru pesawat sudah siap saat penumpang mulai masuk pesawat
4. Menyediakan unit customer care pada setiap bandara untuk menanmpung keluhan penumpang Lion Air Yang mengalami masalah dalam penerbangan nya.

Agus juga menugaskan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (KUPPU) untuk melakukan investigasi terkait mengucurnya avtur dari tempat pengisian bahan bakar pesawat Boeing B737-900 ER Lion Air di Bandara Juanda, Surabaya.

Manajemen Lion Air yang diwakili Managing Director Lion Group Daniel Putut menyanggupi untuk melaksanakan komitmen tersebut. "Kami akan melakukan investigasi internal, khususnya yang terkait keselamatan dan keamanan penerbangan," ujar Daniel.

Menurut Daniel, pihaknya juga berkomitmen manaikkan indeks perbandingan set aircrew menjadi 1 : 5. Juga akan menambahkan pesawat cadangan dan menyiapkan pesawat wide body A330-200 dan B747-400 di beberapa kota yang banyak penerbangan Lion Air.

Lion juga akan meningkatkan frekuensi investigasi, komunikasi dan koordinasi dengan pabrikan pesawat dari 1 bulan menjadi 1 minggu sekali.

Sedangkan terkait pelayanan penumpang, manajemen Lion menyatakan akan memperbaiki unit customer care sesuai PM 89 tahun 2015. Serta akan membuat unit tim pengaduan di setiap bandara.

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menyambut baik komitmen Lion tersebut. Agus memberikan tenggat waktu 2 bulan untuk Lion Air menyelesaikan komitmennya.

"Selama 2 bulan kami akan mengawasi dengan ketat. Jika tidak terlaksana akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku," ujar Agus. (HUMAS)

http://hubud.dephub.go.id/?id/news/detail/3059
Print Friendly, PDF & Email
Category: BERITA, Umum
author
    No Response

    Leave a reply "KEMENHUB MINTA KOMITMEN MASKAPAI PENERBANGAN NASIONAL MEMBERIKAN LAYANAN TERBAIK KEPADA MASYARAKAT"